Selasa, 31 Mei 2016

Hai Gagah

Pernahkah kamu harus lari?
Sehingga semua harus kau tinggali..
Semua hal harus disingiri..
Hanya untuk melupakan dia yang tak kunjung pergi..

Hingga terasa ulu hati tergoyak-goyak,
Seakan robek dicampakan kenangan..
Perih, sakit, kaku, berkat rasa yang terus berkarat..

Mungkin ini adalah rasa Cinta.
Namun entah mengapa ini menyiksa..
Dilemparkan besi dan baja..
Namun tak kunjung jua aku melupakanmu yang tak peka...

Hai Gagah..
Kusebut kau Gagah..
Penakluk hati..
Namun beku hatimu..
Tak pekakah padaku?
Yang terlanjur Cinta...
yang terlanjur menangisi kekalahan ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar